Assessment    Research    Topic News    Articles    Photos    Videos   
SCENARIO PLANNING 


Hampir sepuluh tahun lalu, tepatnya tahun 2000, IISA (Institut Ilmu Sosial Alternatif) berperanserta dalam suatu riset yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Indonesia Masa Depan. Jejak pikir yang terdapati kala itu adalah penyusunan Skenario Maluku 2010: Harapan Pengungsi Maluku di Tanah Jawa.

Lain dari prosedur scenario planning yang lazim, IISA menemukan suatu tahapan metodologis dengan mempertimbangkan kesulitan teknis-operasional yang implikasinya menentukan baik local content maupun local context dari penyusunan Skenario Maluku 2010.

Urut-urutan proses sengaja dijungkir-balikkan tanpa mengabaikan esensi data yang hendak digali, semata untuk mendapatkan gambaran yang lebih plausable. Sergapan data tentang lambang dilakukan justru di awal dengan maksud untuk menangkap focal concern dan sketsa skenario sekaligus. Sebab itu, struktur lambang sangat dicermati dalam analisis. Selanjutnya, logika dan landasan paradigmatis hubungan antar-driving forces baru digali untuk utamanya menguji makna lambang yang muncul.

Pemahaman yang bakal berkembang usai orang memahami hasil penelitian dimaksudkan tidak sekedar bacaan waktu senggang, tetapi merupakan sapaan guna mengajukan usulan alternatif tentang pemahaman masa depan Maluku sepuluh tahun ke depan, atau tepatnya pada tahun 2010 yang tak lama lagi bakal kita jalani.

IISA (Institut Ilmu Sosial Alternatif) mempunyai kekuatan utama pada riset yang mampu menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Sebagai praktek riset terbaik, IISA melakukan prosedur wawancara dengan analisis cross impact, analisis futuring wheel, pemurnian koleksi data dari imbas foresight dan strategic conversation forum. Prosedur pengolahan data terlaksana dengan proses kategorisasi lambang dan proses identifikasi driving forces. Populasi dan sampel mesti memenuhi pertimbangan-pertimbangan prinsip, sebelum menentukan populasi dan teknik sampling.

Metode Penelitian Scenario Planning yang pernah IISA lakukan, senantiasa berpijak pada realitas dan menghindari (istilah Baudrillard) Simulakra yang menjejalkan hasrat, keinginan atau penanda, sekedar sebangun dengan kasunyatan, kenyataan, fakta, peristiwa dan petanda.

Kompetensi inti IISA dalam penyusunan scenario planning memberikan orientasi stratejik, opsi-opsi dan langkah-langkah taktis dalam sejumlah situasi, yang berguna bagi penyusunan riset/kajian oleh pemerintah, perusahaan maupun organisasi sosial lainnya.

***

 
  Login Administrator

 
  Developed by ADITUSOFT

 
  @copyright 2009 VISI WASKITA