Assessment    Research    Topic News    Articles    Photos    Videos   
MULTIPLE INTELLIGENCES 

KONSULTASI PARENTAL BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES

Oleh DR. Edy Suhardono, M.Psi

 

Di tengah kehidupan penuh tantangan, orang kebingungan menyikapi pengalaman sendiri. Pola emosi cenderung moody, mudah terambing antara puncak dan lembah di saat bersamaan. Fluktuasi emosi ini tak jarang mengakibatkan depresi, kecemasan dan kesulitan tidur, yakni salah satu sinyal stres selain kesulitan buang air besar, tertawa lepas dan kesulitan merasakan enak ketika makan.

 

Menghadapi situasi-situasi sulit, orang pun tak mudah menemukan teman bicara yang paham kemana arah hidup, atau menemukan teman yang dapat mendampingi Anda di saat mengalami kejap dunia serba ganjil dan asing. Padahal, dengan pemahaman dan dukungan yang tepat, melalui kondisi dan situasi ini Anda justru dapat belajar tentang keterampilan memandang realitas dengan perspektif yang lebih mencerahkan bahkan menemukan perubahan cara mengelola kehidupan secara lebih baik.

 

Hal paling normal, namun hampir selalu membawa Anda ke kondisi kesulitan dan stres, ialah ikhwal menumbuh-kembangkan dan mendidik anak. Meski membesarkan anak dipercayai orang sebagai sangat mengasyikkan, atau kadang menjadi momen eksistensial yang tak tergantikan, namun di sana pula Anda sering menghadapi frustrasi, kejenuhan dan rasa ketakpastian yang tak jarang berujung stres. Para orangtua kadang tak memiliki tempat berbagi, bertanya apalagi memperoleh dukungan di saat mengalami krisis keorangtuaan ini. Ketidakpastian, keraguan, rasa bersalah; kesemuanya menjadi hal fenomenal bagi para orangtua dewasa ini. Dan ini semua menjadi titik sentuh saya, bagaimana seharusnya bantuan profesional yang harus disiapkan.

 

Setelah melewati masa-masa sulit berperan baik sebagai anak maupun orangtua bagi kedua anak saya, saya kian yakin, keberhasilan sebagai orangtua merupakan fondasi masa kanak-kanak, sebuah masa di mana terbangun semua keterdidikan dan keterampilan hidup. Hemat saya, hanya kebiasaan dan rutinitas yang tepat –justru bukan kedisiplinan-- yang dapat membuat anak-anak memperkembangkan hidup mereka sendiri dan menentukan identitas diri. Tak pelak, melalui keorangtuaan yang Anda emban, Anda membangun fondasi mereka sejak kini, melalui cara, dan di dalam keberadaan aktual Anda serta kondisi Anda; sebab Andalah pembangun masa depan diri Anda sendiri melalui tumbuh-kembang anak-anak Anda.

 

Mengapa saya mengaitkan antara layanan Konsultansi Parental dengan Multiple Intelligences atau Kecerdasan Jamak? Beberapa testimoni yang saya timba dari penghayatan praktik layanan, konsultasi, dan pendampingan di Family and Educational Division pada IISA Assessment Consultancy & Research Centre berikut mudah-mudahan dapat membuka mata ketiga Anda:

 

[     Anak Anda adalah anak Anda, BUKAN anak “pada umumnya”. Mendidiknya tak lain adalah memperlakukannya secara khas, tidak menganggapnya sama dengan sembarang anak; apalagi membanding-bandingkan dirinya dengan anak-anak lain.

 

Sesi konsultasi, konseling, dan pendampingan yang saya lakukan pada hampir sembilan ribu pasang orangtua dengan beragam kesulitan mendampingi anak-anak mereka membuat saya meyakini kebenaran bahwa:

 

     TIAP ANAK KHAS DAN TAK PUNYA KEMBARAN, SEKALIPUN IA DATANG KE DUNIA INI BERSAMA SAUDARA KEMBAR SATU PLASENTA. TAK ADA SATU METODE YANG COCOK BUAT SEMUA ANAK. SETIAP PENGASUHAN HARUS MEMPERLAKUKAN SEORANG PRIBADI ANAK DENGAN PENDEKATAN SECARA PERORANGAN YANG KHAS.

[     Apa sasaran antara yang perlu Anda ciptakan bagi anak-anak dan kehidupan keluarga Anda?

 

ANDA SEBAGAI ORANGTUA PERLU MENCIPTAKAN KEBIASAAN DAN RUTINITAS  –BUKAN DISIPLIN YANG MALAHAN MENGUNDANG MASALAH -- YANG DAPAT DITERAPKAN DI KELUARGA ANDA SENDIRI. ANDA TAK PERLU MEMBANDINGAN KELUARGA ANDA DENGAN KELUARGA LAIN, TERUTAMA TENTANG BAGAIMANA MEREKA MENDIDIK ANAK-ANAK MEREKA. LAKUKAN YANG TERBAIK BAGI ANDA DAN ANAK-ANAK ANDA. DENGAN MENEMUKAN KEBIASAAN DAN RUTINITAS, ANDA MEMBANGUN RASA TENTERAM DALAM KEHIDUPAN KELUARGA ANDA.

[     Apa yang perlu Anda lakukan?

ANDA PERLU MENEMUKAN PETA DIRI ANAK ANDA MELALUI DATA KECERDASAN JAMAK (MULTIPLE INTELLIGENCES) ANAK ANDA. DENGAN PETA INI, ANDA DAPAT MENEMUKAN TITIK UBAH KUNCI (TUK) YANG MENENTUKAN ALUR DAN JALUR KEHIDUPAN ANAK. “TUK” INI MEMBERIKAN BASIS RASA AMAN BAGI ANAK KARENA MEREKA TELAH FAMILIAR DENGAN KEKHASANNYA SEHINGGA KALAU PUN MEREKA MAU BERUBAH, MEREKA BERUBAH TANPA MERASAKAN ADANYA ANCAMAN.

[     Anak bukanlah anak Anda, tetapi Anak kalian.

SADARKAH ANDA BAHWA ANAK ADALAH ANAK KALIAN, BUKAN ANAK ANDA? BERSIKAPLAH LEMBUT DAN MANIS PADA DIRI SENDIRI DAN PASANGAN ANDA. DENGAN SALING MEMPERHATIKAN SATU SAMA LAIN ANDA TELAH MEMBANGUN KELUARGA ANDA. MENGAPA? HASIL RISET KAMI MEYAKINKAN BAHWA PENYEBAB UTAMA STRES PADA ANAK-ANAK ADALAH KONDISI ORANGTUA MEREKA YANG STRES.

[     Seburuk apa pun Anda memperlakukan anak, lebih baik Anda memperlakukan mereka secara konsisten; namun jauh lebih baik jika Anda memperlakukan anak secara konsisten dengan peta dirinya.

SIAPAPUN YANG MENDAKU DIRI SEBAGAI PENGASUH, PENDIDIK, ATAU PENDAMPING; IA HARUS BERTINDAK KONSISTEN. KONSISTENSI BERKAITAN ERAT DENGAN KEBERHASILAN PENANAMAN RUTINITAS, KEBIASAAN, RASA AMAN, KEBERANIAN MENGAMBIL RISIKO DAN KETEPATAN MEMBUAT KEPUTUSAN. KONSISTENSI PERLAKUAN HARUS DILAKUKAN BUKAN SAJA OLEH ANDA SEBAGAI ORANGTUA, TETAPI JUGA OLEH KAKEK-NENEKNYA, PARA RELASI ANDA, TERMASUK GURU DAN PARA PEMIMPIN MASYARAKAT.

 

Arah dan tujuan kami melakukan riset, membangun alat ukur dan layanan konsultansi berbasis Multiple Intelligences bagi para keluarga ialah meretas jalan buntu sebagaimana pameo kami “Cleaving your deadlocks apart”. 

 

Sebagai implikasi, kami harus melakukan kontak dan negosiasi yang memungkinkan terjadinya kesepakatan-kesepakatan baru yang diimpplementasikan dengan modus relasi baru namun tetap dapat Anda kerjakan dan rancang sendiri berdasarkan data Multiple Intelligences anak. Oleh karena itu ada beberapa pilihan langkah, seperti:

 

                   1.            Sesi konsultasi yang menyertakan pasangan kedua orangtua dan anak guna membantu memahami pola relasi antar-mereka.

                   2.            Sesi temu bersama seluruh anggota keluarga dan kadang dengan keluarga besar, baik secara perorangan atau kelompok.

                   3.            Membangun pola relasi baru melalui penciptaan suasana yang lebih terbuka dan lugas (transparan).

                   4.            Menempuh cara kontak baik secara langsung atau tak langsung tergantung pada kondisi anak, kedua orangtua, atau salah satu orangtua.

                   5.            Mencari kemungkinan perubahan cara kontak antar-anggota keluarga yang lebih bertahand an berkesinambungan.

 


 
  Login Administrator

 
  Developed by ADITUSOFT

 
  @copyright 2009 VISI WASKITA